Senin, 13 November 2017

Wisuda Purna Tugas Anggota Kodim 0715/Kendal


KENDAL - Komandan Kodim 0715/Kendal Letnan Kolonel Czi Hendro Edi Busono bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Upacara Wisuda Purna Tugas anggota Kodim 0715/Kendal yang mengakhiri masa tugasnya kepada TNI AD, Bangsa dan Negara di Lapangan apel komplek Makodim 0715/Kendal, Senin (13/11).

Pada kesempatan tersebut Dandim 0715/Kendal menyerahkan piagam penghargaan kepada Peltu Doto sebagai tanda penghargaan atas pelaksanaan tugasnya di lingkungan Kodim 0715/Kendal.

Dandim menyampaikan, upacara ini pada hakekatnya merupakan penghargaan yang tulus dan ungkapan rasa hormat yang setinggi-tingginya dari segenap kesatuan atas pengabdian selama dinas aktif sampai mengakhiri tugas bagi anggota yang memasuki masa pensiun. "Atas nama pimpinan dan pribadi menyampaikan penghargaan serta rasa hormat kepada segenap anggota yang telah memasuki masa purna atas dedikasi dan kinerja serta darma bhaktinya kepada bangsa dan negara," ungkap Dandim.

Selanjutnya Dandim 0715/Kendal juga mengucapkan selamat atas selesainya tugas di lingkungan TNI AD dan mengharapkan para wisudawan segera menyesuaikan dengan lingkungannya serta dapat menjadi motivator penggerak dalam penegakan disiplin baik yang berkaitan dengan aturan-aturan dan norma-norma yang berlaku, pengabdian tidak hanya di lingkungan TNI AD tetapi pengabdian harus dilanjutkan sampai selama hayat masih di kandung badan.

Lebih lanjut dikatakan bahwa kedepan Kodim 0715/Kendal tetap mengharapkan dukungan moril dan sumbangan pemikiran dari para wisudawan. Kedudukan sebagai purna tugas bukan berarti batas akhir dari pengabdian kepada bangsa dan negara, sebab bagi seorang pejuang, pengabdian akan terus berlangsung sampai akhir hayat. "Peralihan status formal ini tidak akan pernah menghilangkan rasa hormat dan bangga kami kepada para pendahulu, dan tidak akan pernah memutuskan ikatan tali silaturahmi", tegas Dandim.

Jumat, 10 November 2017

Dandim Pimpin Upacara Hari Pahlawan Di Alun-Alun Kota Kendal


KENDAL – Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November untuk mengenang jasa pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Seluruh instansi maupun sekolah di seluruh Indonesia menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan, termasuk di Alun-Alun Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), Jum'at (10/11/2017).

Bertindak selaku pemimpin upacara adalah Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0715/Kendal, Letkol Czi Hendro Edi Busono. Upacara tersebut dihadiri seluruh anggota forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) dan diikuti oleh seluruh elemen masyarakat, di antaranya TNI, Polri, pegawai negeri sipil (PNS), guru, siswa, kalangan swasta, dan bagian masyarakat lainnya.

Seperti dikutip Pendim kendal sang Komandan membacakan sambutan tertulis milik Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Menurut sang menteri, hari Pahlawan merupakan salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang yang telah mengabdikan hidupnya demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam sambutan tertulisnya, Khofifah juga berharap perjuangan para pahlawan dapat memberi motivasi bangsa Indonesia untuk bersatu membangun negeri. "Apa yang telah diperjuangkan para pahlawan dan pejuang untuk membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia kiranya dapat menggugah bangsa Indonesia untuk bersatu padu menyatukan langkah membangun negeri, sebagaimana yang dicita-citakan para pendahulu negeri hingga kita dapat berdiri sejajar dengan negara-negara lain di dunia dan tidak dipandang sebelah mata," papar sang Komandan membacakan naskah sang Menteri.

Dalam sambutan tertulisnya, Khofifah juga menambahkan hari Pahlawan kali ini mengangkat tema "Jadilah Pahlawan masa kini yang memiliki kepedulian terhadap sesama". Khofifah menilai tema tersebut sangat tepat untuk mengingatkan bangsa Indonesia untuk bersatu menyatukan langkah dalam pembangunan.

Ia juga mengimbau agar bangsa Indonesia dapat mengubah pola pikir untuk lebih memprioritaskan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan pribadi maupun golongan. Ia mengungkapkan kepentingan pribadi yang diprioritaskan di atas kepentingan negara akan menimbulkan konflik internal bangsa Indonesia. Khofifah berharap peringatan hari Pahlawan tahun ini dapat menggerakkan segenap elemen bangsa untuk dapat berpartisipasi membangun negeri sesuai dengan kemampuan dan profesi masing-masing.

Kodim 0715/Kendal Gelar Upacara Hari Pahlawan


KENDAL - Komandan Kodim 0715/Kendal Letkol Czi Hendro Edi Busono, yang diwakili Danramil 06/Gemuh Kapten Arm Eko Setyu Budi, memimpin jalannya upacara Bendera memperingati Hari Pahlawan tahun 2017 bertempat di lapangan upacara Makodim 0715/Kendal Jl. Soekarno-Hatta No.326 Kendal, Jum'at (10/11).

Upacara peringatan Hari Pahlawan kali ini mengusung tema "Jadilah Pahlawan masa kini yang memiliki kepedulian terhadap sesama".

Dalam amanatnya Komandan Kodim 0715/Kendal yang diwakili oleh Danramil 06/Gemuh Kapten Arm Eko Setyo Budi membacakan amanat dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa, dalam amanat tersebut dikatakan sejarah perjalanan bangsa dan negara Indonesia menunjukkan untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diperlukan perjuangan panjang.

Lebih lanjut dalam amanatnya dikatakan, NKRI tidak akan berdiri tanpa perjuangan para pejuang dan pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, pikiran serta hartanya.

Komitmen para pejuang, pendiri bangsa dan para pahlawan untuk mempersatukan bangsa melahirkan sikap kepahlawanan, "kesetiakawanan sosial serta menguatkan memori kolektif bangsa agar berani melawan penjajah dan ketertindasan akibat kolonialisme dan imperialisme, " katanya.

Masih dalam amanat yang dibacakan Kapten Arm Eko Setyo Budi, sikap kepahlawanan merupakan sebuah perwujudan tindakan dan pengorbanan yang penuh militansi. Sikap kesetiakawanan sosial adalah perwujudan dari kepekaan sosial atau batin, yang harus dijadikan sebagai kekuatan moral yang dapat diterapkan di semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, untuk Indonesia pada masa kini dan mendatang.

"Diharapkan dalam peringatan Hari Pahlawan tahun 2017 ini dapat menjadikan inspirasi bagi generasi penerus, bahwa semangat juang dan semangat kebangsaan para Pahlawan akan selalu terpatri didada setiap insan Indonesia dan menjadi kebanggaan sepanjang masa, " ujarnya.

Hadir dalam upacara tersebut, para Perwira, Bintara, Tamtama dan Pegawai Negeri Sipil jajaran Kodim 0715/Kendal.

Selasa, 19 September 2017

Pengukuhan Dan Pelantikan Saka Wira Kartika Kodim 0715/Kendal



Saka atau Satuan Karya Pramuka Wira Kartika merupakan salah satu Satuan Karya Pramuka yang bersifat nasional. Saka yang dibentuk lewat kerjasama antara Kwartir Nasional dengan TNI Angkatan Darat ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan bela negara. Minggu (17/9) bertempat di Buper Nglimut Gonoharjo Kecamatan Limbangan telah dilaksanakan Upacara Pelantikan Saka Wira Kartika “Sanggar Bahurekso” Kodim 0715/Kendal angkatan VIII dengan tema "TNI-AD melalui pembinaan Kepramukaan Saka Wira Kartika dijajaran serta mewujudkan generasi muda bangsa yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan guna tetap terjaganya persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia".

Bertindak sebagai Pembina Upacara Dandim 0715/Kendal Letkol Czi Hendro Edi Busono dengan peserta upacara sebanyak 222 anggota Pramuka dan 57 Dewan Saka Wira Kartika yang tergabung dalam Saka Wira Kartika se Kabupaten Kendal.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Kwarcab Kendal Bapak Dwiyanto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal Drs. Agus Rifai,M.Pd, Para Perwira Staf dan Danramil Jajaran Kodim 0715/Kendal, Kapolsek Limbangan, perwakilan Kepala Sekolah dan Guru yang muridnya bergabung di Saka Wira Kartika serta Kakak pembina dari Kwarcab Kabupaten Kendal.

Selanjutnya dalam sambutannya Dandim 0715/Kendal Letkol Czi Hendro Edi Busono menyampaikan pengukuhan ini untuk meningkatkan disiplin, pengetahuan, ketrampilan dan kerjasama antara anggota Pramuka sekaligus memantapkan jatidiri dan pengalaman Satya Darma Pramuka dalam kehidupan bermasyarakat. Sejarah telah membuktikan bahwa dengan semangat persatuan dan kesatuan itulah bangsa Indonesia dapat meraih keberhasilan dalam ujian berat yang dihadapi sejak masa perintis untuk menuju kemerdekaan yaitu tahun 1908 gerakan Pramuka yang dipimpin oleh Budi Utomo yang dikenal dengan Sumpah Pemuda,” terangnya.

Dari kegiatan tersebut harapannya dari anggota Pramuka Saka Wira Kartika ini bisa disalurkan dikalangan generasi muda bangsa Indonesia yang dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan dalam melanjutkan perjuangan bangsa yang berkarakter sesuai dengan Satya Dharma Pramuka sesuai motto gerakan Pramuka "Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Bhaktikan, Ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana",’ lanjut Dandim.

Rabu, 13 September 2017

Halimah Yacob, dari Penjual Nasi Padang ke Istana Presiden Singapura

Presiden terpilih Singapura Halimah Yacob( Nuria Ling/TODAY SINGAPORE) 
Tidak banyak yang tahu jika Presiden-terpilih Singapura Halimah Yacob hidup pas-pasan di masa kecilnya. Mantan Ketua DPR Singapura ini lahir 23 Agustus, tepatnya 63 tahun silam di Queen Street yang terletak di area Bugis. 

Masa kecil seorang Halimah tidaklah mudah. Ayahnya meninggal ketika dia baru berusia delapan tahun. Dia tinggal di rumah susun yang hanya memiliki satu kamar, bersama saudara-saudaranya. 

Demi menghidupi kelima anaknya, ibu Halimah berjualan nasi padang, mula-mula dengan sebuah gerobak kecil. Usaha itu kemudian berpindah ke Hawker, setelah mereka diberikan izin. 

Walau menjadi anak yang termuda, Halimah tidak sungkan untuk membantu ibunya berjualan. Dia rajin membantu dengan membersihkan lokasi berjualan, mencuci sendok garpu, merapikan meja-meja tempat duduk pelanggan. Halimah juga rajin melayani pelanggan. 

Halimah secara luar biasa berhasil diterima di dua sekolah bergengsi di tingkat SMP dan SMA. Dia merupakan segelintir suku Melayu yang bersekolah di SMP Chinese Girls’ School yang mayoritasnya adalah pelajar wanita beretnis China. 

Tingkat SMA ditempuhnya di Tanjong Katong Girls’ School. Namun Halimah hampir saja dikeluarkan dari sekolah karena sering membolos. Alasan utama dia bolos tidak lain adalah untuk membantu ibunya berjualan. Halimah menceritakan bagaimana momen dia hampir dikeluarkan itu sebagai masa terburuk dalam hidupnya. 

Memang masa SMP dan SMA ini sangatlah sulit. Uang sekolahnya sering tertunggak karena keterbatasan ekonomi. Dia juga harus mengerjakan tugasnya sambilan dengan membantu ibunya berjualan.

Halimah berhasil melewati masa sulit itu, dan puncaknya masuk ke Fakultas Hukum Universitas Singapura (sekarang National University of Singapore) yang sangat bergengsi. Kecerdasannya membuat Halimah dianugerahi beasiswa dari Islamic Religious Council of Singapore. 

Ibu dari lima anak ini menyelesaikan perkuliahannya di tahun 1978. Dia kemudian bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) atau organisasi perburuhan Singapura. Dia memulai karirnya di divisi hukum NTUC memperjuangkan hak-hak pekerja. NTUC menjadi tempat Halimah merangkak dari bawah hingga dipilih menjadi Deputi Sekretaris Jenderal, posisi kedua terkuat di NTUC. 

Tidaklah mengagetkan jika Halimah populer di kalangan buruh, karena dia memang menghabiskan karir selama 30 tahun di NTUC. Tahun 2001 setelah dibujuk oleh Perdana Menteri ketika itu Goh Chok Tong, Halimah memutuskan terjun ke dunia politik. Dia terpilih mewakili konstituensi Jurong serta mengukir sejarah sebagai wanita pertama yang menjadi anggota parlemen dari Suku Melayu. 

Istri dari Mohamed Abdullah Alhabshee itu kemudian ditunjuk menjadi anggota kabinet dengan posisi menteri muda di berbagai kementerian. Januari 2013 Halimah terpilih sebagai Ketua DPR, lagi lagi menjadi perempuan pertama yang dipercaya menduduki posisi itu. Kini, lagi-lagi Halimah mengukir sejarah. Kemenangannya di pemilihan umum menghantarkannya menjadi wanita presiden pertama Singapura. 

Sosok Halimah terkenal sangat sederhana. Dia tetap tinggal di rumah susun di kawasan Yishun, di utara Singapura walau sudah menjabat sebagai Ketua DPR. Halimah melontarkan rencananya untuk tetap tinggal di rumah susun itu setelah menjabat sebagai Presiden. Halimah dijadwalkan akan diambil sumpahnya sebagai Presiden kedelapan Singapura di Istana Kepresidenan, Rabu malam (13/9/2017).


Sumber : http://internasional.kompas.com

Korem 073/Mkt Tutup Karya Bakti Rehab Panti Asuhan Masithoh

  Salatiga, 25 April 2025 – Kegiatan Karya Bakti TNI untuk merehabilitasi Panti Asuhan Masithoh di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, resmi d...