Sabtu, 20 Januari 2018

Wujud Sinergitas TNI dan Polri


Kapolsek plantungan Polres Kendal AKP Eko Prasetyanto bersama Anggota polsek  melaksanakan kegiatan anjang sana sekaligus melaksanakan silaturahmi dengan  anggota Koramil 09/Plantungan. Pada jumat (19/01)

Danramil 09/Plantungan Lettu Cba Azis Bukhori Muslim menerima kunjungan tersebut beserta anggota Koramil. “Kebetulan hari ini Kapolsek yang berkunjung ke Koramil, kamipun beserta anggota Babinsa sering koordinasi ke kantor Polsek terkait dengan keamanan kewilayahan, Sehingga antara Babinsa dan Babinkamtibmas bisa melaksanakan tugas nya di Wilayah secara baik dan maksimal sesuai dengan tugasnya masing2”. tegas Danramil.

Sedangkan menurut Kapolsek Plantungan keakraban antara personel Koramil dan Polsek sangat baik. “Alhamdulillah, di plantungan aparat keamanan sudah sangat kompak sehingga hal tersebut dapat mempermudah tugas aparat untuk memelihara kamtibmas yang kondusif “, ucapnya.

Lebih lanjut Kapolsek menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara rutin untuk memelihara silaturahmi yang selama ini telah terjalin dengan baik serta meningkatkan soliditas dan sinergitas antar instansi.

Jumat, 19 Januari 2018

Siswa SMK PGRI 2 Pegandon Dibina



 

*Karena Kerap Membolos

KENDAL - Koramil 03/Pegandon Kodim 0715/Kendal, memberikan pembinaan mental dan wawasan kebangsaan kepada siswa SMK PGRI 2 Pegandon, yang kerap membolos sekolah. Pembnanaan dilakukan oleh Babinsa serda Shonhaji.

Hal itu dibenarkan, Danramil Pegandon Kapten Inf Heri Martono, kepada Radar Pekalongan, Jumat (19/1). Kata dia, membolos merupakan perilaku siswa yang tidak masuk sekolah dengan alasan yang tidak tepat dan itu tidak sepatutnya dilakukan. Sebab, membolos merupakan salah satu bentuk dari kenakalan siswa yang jika tidak segera diselesaikan atau dicari solusinnya dapat menimbulkan dampak yang lebih parah."Sehingga perlu penanganan siswa yang suka membolos ini dan menjadi perhatian yang sangat serius untuk sekolah," kata dia.

Heri mengatakan, sekolah mempunyai peran penting dalam menangani anak membolos seperti halnya guru BK. Sedangkan saat dirumah orangtua harus jeli mengawasi anaknya, karena terkadang penyebab utama siswa membolos lebih sering berasal dari dalam keluarga itu sendiri. "Jadi komunikasi antara pihak sekolah guru BK dengan pihak keluarga menjadi sangat penting dalam pemecahan masalah siswa tersebut," terang dia.

Dia mengungkapkan, kenakalan siswa merupakan suatu bentuk perilaku yang malas aktif. Salah satunya ialah membolos atau keluar kelas tanpa ijin. Membolos adalah salah satu perilaku menyimpang yang sangat populer dikalangan pelajar baik di sekolah dasar atau di tingkat menengah dan tingkat menengah atas. Terlepas sekecil apapun anak bolos sekolah harus menjadi perhatian bagi sekolah, karena apabila tidak ditangani dengan tepat maka tidak menutup kemungkinan hal yang kecil akan menjadi besar. 

"Mula-mula siswa membolos sedikit semakin lama jika tidak ditangani dengan baik, dibiarkan terus menerus maka jumlah siswa yang membolos sekolah akan terus meningkat". 

Dia menyatakan, banyak siswa yang sering membolos bukan hanya di sekolah - sekolah pinggiran saja tetapi banyak sekolah favorit juga mengalami hal yang sama. Penyebabnya bisa faktor internal dan faktor eksternal. Faktor eksternal yang kadang menjadikan alasan membolos adalah mata pelajaran yang tidak diminati atau tidak disenangi siswa. Sistem pendidikan yang ketat terlalu monoton, mengekang tanpa diimbangi dengan pola pengajaran yang sifatnya menyejukkan atau merefreskan otak siswa karena dapat menjadikan anak tidak lagi semangat, tidak fokus di dalam sekolah terlebih di dalam kelas. 

"Karena kejenuhannya itulah yang kemudian mencari pelarian bagaimana cara memuaskan dirinya dan memutuskan kekangan itu dengan membolos. Ada kecenderungan siswa membolos dapat merugikan dirinya dan orang lain serta sekolahnya," tukas dia. (nur)

Kamis, 18 Januari 2018

Cegah Penyakit Difteri dengan Imunisasi Lengkap



dr Wimas Asriningpuri yang kesehariannya bertugas sebagai Dokter Klinik Kodim 0715/Kendal  memberikan sosialisasi tentang  salah satu penyakit yang akhir-akhir ini cukup pengkhawatirkan masyarakat yaitu Difteri.

Penyakit yang cukup menghebohkan pada tahun 2017 tersebut  tercatat telah menyerang anak usia 3,5 Tahun sampai dengan usia paling tua yaitu 45 Tahun. Difteri bukanlah penyakit baru. Ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan telah mewabah di banyak negara. Penyakit ini juga disebut sebagai penyakit masa lalu sejak difteri diperkenalkan pada tahun 1920-an dan 1930-an.

Dalam Sosialisasinya kepada angota Kodim 0715/Kendal yang dilaksanakan pada Rabu (17/01) di Aula Makodim, dr Wimas Asiriningrum mengatakan, Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. satu-satunya cara untuk mencegah penularan difteri adalah melalui imunisasi. Difteri juga sangat mudah menular melalui udara, yaitu lewat nafas atau batuk penderita.

Ia mengatakan, anak yang sudah mendapatkan imunisasi difteri secara lengkap seharusnya tidak tertular penyakit tersebut. Masalahnya, imunisasinya cukup dan lengkap atau tidak. Karena mudahnya penularan penyakit difteri, penderita yang dirawat di rumah sakit biasanya diisolasi dan tidak boleh dikunjungi untuk mencegah penularan.

Sosialisai tentang penyakit  Difteri ini diberikan setelah anggota Kodim 0715/Kendal Selesai melaksanakan upacara bendera pada hari Kesadaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 pada setiap bulan yang diikuti Sekitar 200 personel Kodim baik TNI maupun ASN.

Rabu, 17 Januari 2018

Babinsa Mendampingi Sosialisasi Pengendalian Hama



Kendal - Sinergi Petugas Pertanian Lapangan dan Babinsa Koramil 03/Pegandon terlihat dalam kegiatan sosialisasi anti hama bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura.

‪Dalam temu lapang dan sosialisasi penerapan pengendalian hama terpadu skala luas tersebut, disampaikan oleh Bapak Zaenal  selaku Kasi Peramalan OPT BPTPH Kendal yang turut didampingi oleh PPL Wilayah Ngampel Jaswadi dan Babinsa Pegandon Serda Widodo yang bertempat di Persawahan kelompok tani Sembodo di Desa Ngampel kulon  Kecamatan Ngampel.

‪Dalam kegiatan tersebut para narasumber memberikan pengetahuan dan motivasi kepada para petani agar tidak menyerah dalam melakukan aktivitas pertanian. Dalam kesempatan tersebut petugas juga memberikan contoh secara langsung tentang cara-cara untuk mengantisipasi gangguan hama sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Kendal.

Selaku PPL Wilayah Ngampel,  Zaenal sangat mengharapkan kehadiran sosialisasi yang diberikan dilapangan seperti saat ini dapat memberikan pemahaman serta motivasi petani untuk lebih mengantisipasi ancaman hama terhadap tanaman guna meningkatkan hasil Pertanian di wilayah ngampel lebih khusus  dihadapan kelompok petani.

‪Dalam sosialisasi ini juga, para kelompok tani diberikan Bantuan langsung dari BPTPH Kendal berupa Agens Hayati, Pestisida Nabati dan ATK untuk pembelajaran di lapangan.

Puluhan Hektar Tanaman Padi Diserang Hama



*Kerugian Hingga Puluhan Juta


KENDAL - Puluhan hektar tanaman padi di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, diserang hama tikus dan hewan pengerek batang alias sundep atau belok (ulat, red) dan burung. Akibatnya tanaman padi banyak yang  puso dan kerugian ditaksir hingga puluhan juta rupiah. Agar tidak meluas, tak sedikit petani dibantu Babinsa Koramil 01/Kendal, melakukan penyemprotan untuk membasmi hama yang menyerang tanaman padi tersebut.

Puluhan hektar tanaman padi yang terserang hama tikus dan hewan pengerek batang itu adalah bersetatus tanah wakaf milik Masjid Agung Kendal. Saat ini usia tanaman 75 hari dan 15 hari lagi mencapai 90 hari atau genap tiga bulan pada bulan Februari. Padahal di bulan tersebut akan berlangsung panen raya padi. Namun kini, puluhan tanaman padi  itu terserang hama sehingga hal itu akan mempengaruhi terhadap jumlah dari panenan padi yang dilakukan. Pada panen padi tahun lalu,  dari puluhan hektar tanaman padi itu, setidaknya satu hektarnya mampu menghasilkan panenan padi sebanyak 10 ton.

"Tingkat banyak sedikitnya tanaman padi yang diserang hama per hektarnya beda-beda. Kalau tanaman padi yang diserang sekitar 30 persen hingga 40 persen, maka tanaman padi yang bisa di panen capai 60 persen hingga 75 persen. Kalau satu hektar tanaman padi yang saya garap ini saat dipanen nanti akan hilang sebanyak 4 ton," kata Sunarno, petani penggarap, pada Radar Pekalongan, Selasa (16/1).

Sunarno, mengungkapkan, hama jenis sundep atau belok merupakan hewan pengerek batang yang paling banyak menyerang tanaman padi petani. Hama sundep atau belok ini berasal dari tetasan telur hewan caper. Telur-telur dari hewan caper yang menempel pada daun tanaman padi yang menetas itu kemudian menyerang batang padi sehingga mengakibatkan putusnya mata rantai makanan yang diserap akar yang menjalar melalui batang tidak sampai pada buah padinya. Sehingga buah padi menjadi gabuk (tidak terisi,red) kemudian kering dan mati. Agar tidak meyebar serangan hama sundep itu upaya penyemprotan hama pun dilakukan, akan tetapi hal itu tidak membuncahkan hasil maksimal, karena sundep atau belok itu tidak mati karena keberadaanya bersembunyi di dalam batang tanaman padi.

"Sudah disemprot dengan obat pembasmi hama. Penyemprotan, kami dibantu sama Babinsa Koramil 01/Kendal, yang selama ini melakukan pendampingan petani. Tapi sundep/belok ini tidak mati. Kawatir juga dengan serangan hama sundep ini. Sebab bentar lagi tanaman padi ini akan dilakukan pemanenan. Agar serangan hama tak meluas tetap dilakukan upaya pembasmian hama sundep ini. Sehingga saat panen nanti rugianya tidak terlalu banyak," terang dia.

Babinsa Koramil 01/Kendal, Serka Agung,  pendamping petani, mengatakan, siap akan membantu petani dalam mencarikan solusinya antisipasinya  pada masa tanam berikutnya. Yakni akan mendatangkan produser obat untuk memberikan sosialisasi kepada petani penanggulangan hama pada tanaman padi.

"Kamis, akan saya datangkan produser obat untuk mengedukasi petani bagaimana membasmi hama penyerang tanaman padi. Hal lainya juga membantu petani dalam penyiapan lahan, penanaman, penyemprotan dan panen padi," kata dia. (nur)



Sumber : Radar Pekalongan (17/01/2018)

Korem 073/Mkt Tutup Karya Bakti Rehab Panti Asuhan Masithoh

  Salatiga, 25 April 2025 – Kegiatan Karya Bakti TNI untuk merehabilitasi Panti Asuhan Masithoh di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, resmi d...