Sabtu, 20 Januari 2018
Wujud Sinergitas TNI dan Polri
Jumat, 19 Januari 2018
Siswa SMK PGRI 2 Pegandon Dibina
Kamis, 18 Januari 2018
Cegah Penyakit Difteri dengan Imunisasi Lengkap
dr Wimas Asriningpuri yang kesehariannya bertugas sebagai Dokter Klinik Kodim 0715/Kendal memberikan sosialisasi tentang salah satu penyakit yang akhir-akhir ini cukup pengkhawatirkan masyarakat yaitu Difteri.
Penyakit yang cukup menghebohkan pada tahun 2017 tersebut tercatat telah menyerang anak usia 3,5 Tahun sampai dengan usia paling tua yaitu 45 Tahun. Difteri bukanlah penyakit baru. Ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan telah mewabah di banyak negara. Penyakit ini juga disebut sebagai penyakit masa lalu sejak difteri diperkenalkan pada tahun 1920-an dan 1930-an.
Dalam Sosialisasinya kepada angota Kodim 0715/Kendal yang dilaksanakan pada Rabu (17/01) di Aula Makodim, dr Wimas Asiriningrum mengatakan, Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. satu-satunya cara untuk mencegah penularan difteri adalah melalui imunisasi. Difteri juga sangat mudah menular melalui udara, yaitu lewat nafas atau batuk penderita.
Ia mengatakan, anak yang sudah mendapatkan imunisasi difteri secara lengkap seharusnya tidak tertular penyakit tersebut. Masalahnya, imunisasinya cukup dan lengkap atau tidak. Karena mudahnya penularan penyakit difteri, penderita yang dirawat di rumah sakit biasanya diisolasi dan tidak boleh dikunjungi untuk mencegah penularan.
Sosialisai tentang penyakit Difteri ini diberikan setelah anggota Kodim 0715/Kendal Selesai melaksanakan upacara bendera pada hari Kesadaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 pada setiap bulan yang diikuti Sekitar 200 personel Kodim baik TNI maupun ASN.
Rabu, 17 Januari 2018
Babinsa Mendampingi Sosialisasi Pengendalian Hama
Kendal - Sinergi Petugas Pertanian Lapangan dan Babinsa Koramil 03/Pegandon terlihat dalam kegiatan sosialisasi anti hama bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura.
Dalam temu lapang dan sosialisasi penerapan pengendalian hama terpadu skala luas tersebut, disampaikan oleh Bapak Zaenal selaku Kasi Peramalan OPT BPTPH Kendal yang turut didampingi oleh PPL Wilayah Ngampel Jaswadi dan Babinsa Pegandon Serda Widodo yang bertempat di Persawahan kelompok tani Sembodo di Desa Ngampel kulon Kecamatan Ngampel.
Dalam kegiatan tersebut para narasumber memberikan pengetahuan dan motivasi kepada para petani agar tidak menyerah dalam melakukan aktivitas pertanian. Dalam kesempatan tersebut petugas juga memberikan contoh secara langsung tentang cara-cara untuk mengantisipasi gangguan hama sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Kendal.
Selaku PPL Wilayah Ngampel, Zaenal sangat mengharapkan kehadiran sosialisasi yang diberikan dilapangan seperti saat ini dapat memberikan pemahaman serta motivasi petani untuk lebih mengantisipasi ancaman hama terhadap tanaman guna meningkatkan hasil Pertanian di wilayah ngampel lebih khusus dihadapan kelompok petani.
Dalam sosialisasi ini juga, para kelompok tani diberikan Bantuan langsung dari BPTPH Kendal berupa Agens Hayati, Pestisida Nabati dan ATK untuk pembelajaran di lapangan.
Puluhan Hektar Tanaman Padi Diserang Hama
*Kerugian Hingga Puluhan Juta
KENDAL - Puluhan hektar tanaman padi di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, diserang hama tikus dan hewan pengerek batang alias sundep atau belok (ulat, red) dan burung. Akibatnya tanaman padi banyak yang puso dan kerugian ditaksir hingga puluhan juta rupiah. Agar tidak meluas, tak sedikit petani dibantu Babinsa Koramil 01/Kendal, melakukan penyemprotan untuk membasmi hama yang menyerang tanaman padi tersebut.
Puluhan hektar tanaman padi yang terserang hama tikus dan hewan pengerek batang itu adalah bersetatus tanah wakaf milik Masjid Agung Kendal. Saat ini usia tanaman 75 hari dan 15 hari lagi mencapai 90 hari atau genap tiga bulan pada bulan Februari. Padahal di bulan tersebut akan berlangsung panen raya padi. Namun kini, puluhan tanaman padi itu terserang hama sehingga hal itu akan mempengaruhi terhadap jumlah dari panenan padi yang dilakukan. Pada panen padi tahun lalu, dari puluhan hektar tanaman padi itu, setidaknya satu hektarnya mampu menghasilkan panenan padi sebanyak 10 ton.
"Tingkat banyak sedikitnya tanaman padi yang diserang hama per hektarnya beda-beda. Kalau tanaman padi yang diserang sekitar 30 persen hingga 40 persen, maka tanaman padi yang bisa di panen capai 60 persen hingga 75 persen. Kalau satu hektar tanaman padi yang saya garap ini saat dipanen nanti akan hilang sebanyak 4 ton," kata Sunarno, petani penggarap, pada Radar Pekalongan, Selasa (16/1).
Sunarno, mengungkapkan, hama jenis sundep atau belok merupakan hewan pengerek batang yang paling banyak menyerang tanaman padi petani. Hama sundep atau belok ini berasal dari tetasan telur hewan caper. Telur-telur dari hewan caper yang menempel pada daun tanaman padi yang menetas itu kemudian menyerang batang padi sehingga mengakibatkan putusnya mata rantai makanan yang diserap akar yang menjalar melalui batang tidak sampai pada buah padinya. Sehingga buah padi menjadi gabuk (tidak terisi,red) kemudian kering dan mati. Agar tidak meyebar serangan hama sundep itu upaya penyemprotan hama pun dilakukan, akan tetapi hal itu tidak membuncahkan hasil maksimal, karena sundep atau belok itu tidak mati karena keberadaanya bersembunyi di dalam batang tanaman padi.
"Sudah disemprot dengan obat pembasmi hama. Penyemprotan, kami dibantu sama Babinsa Koramil 01/Kendal, yang selama ini melakukan pendampingan petani. Tapi sundep/belok ini tidak mati. Kawatir juga dengan serangan hama sundep ini. Sebab bentar lagi tanaman padi ini akan dilakukan pemanenan. Agar serangan hama tak meluas tetap dilakukan upaya pembasmian hama sundep ini. Sehingga saat panen nanti rugianya tidak terlalu banyak," terang dia.
Babinsa Koramil 01/Kendal, Serka Agung, pendamping petani, mengatakan, siap akan membantu petani dalam mencarikan solusinya antisipasinya pada masa tanam berikutnya. Yakni akan mendatangkan produser obat untuk memberikan sosialisasi kepada petani penanggulangan hama pada tanaman padi.
"Kamis, akan saya datangkan produser obat untuk mengedukasi petani bagaimana membasmi hama penyerang tanaman padi. Hal lainya juga membantu petani dalam penyiapan lahan, penanaman, penyemprotan dan panen padi," kata dia. (nur)
Sumber : Radar Pekalongan (17/01/2018)
Korem 073/Mkt Tutup Karya Bakti Rehab Panti Asuhan Masithoh
Salatiga, 25 April 2025 – Kegiatan Karya Bakti TNI untuk merehabilitasi Panti Asuhan Masithoh di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, resmi d...




