Kamis, 18 Januari 2018

Cegah Penyakit Difteri dengan Imunisasi Lengkap



dr Wimas Asriningpuri yang kesehariannya bertugas sebagai Dokter Klinik Kodim 0715/Kendal  memberikan sosialisasi tentang  salah satu penyakit yang akhir-akhir ini cukup pengkhawatirkan masyarakat yaitu Difteri.

Penyakit yang cukup menghebohkan pada tahun 2017 tersebut  tercatat telah menyerang anak usia 3,5 Tahun sampai dengan usia paling tua yaitu 45 Tahun. Difteri bukanlah penyakit baru. Ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan telah mewabah di banyak negara. Penyakit ini juga disebut sebagai penyakit masa lalu sejak difteri diperkenalkan pada tahun 1920-an dan 1930-an.

Dalam Sosialisasinya kepada angota Kodim 0715/Kendal yang dilaksanakan pada Rabu (17/01) di Aula Makodim, dr Wimas Asiriningrum mengatakan, Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae dan dapat menyebabkan kematian terutama pada anak-anak. satu-satunya cara untuk mencegah penularan difteri adalah melalui imunisasi. Difteri juga sangat mudah menular melalui udara, yaitu lewat nafas atau batuk penderita.

Ia mengatakan, anak yang sudah mendapatkan imunisasi difteri secara lengkap seharusnya tidak tertular penyakit tersebut. Masalahnya, imunisasinya cukup dan lengkap atau tidak. Karena mudahnya penularan penyakit difteri, penderita yang dirawat di rumah sakit biasanya diisolasi dan tidak boleh dikunjungi untuk mencegah penularan.

Sosialisai tentang penyakit  Difteri ini diberikan setelah anggota Kodim 0715/Kendal Selesai melaksanakan upacara bendera pada hari Kesadaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 pada setiap bulan yang diikuti Sekitar 200 personel Kodim baik TNI maupun ASN.

Rabu, 17 Januari 2018

Babinsa Mendampingi Sosialisasi Pengendalian Hama



Kendal - Sinergi Petugas Pertanian Lapangan dan Babinsa Koramil 03/Pegandon terlihat dalam kegiatan sosialisasi anti hama bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura.

‪Dalam temu lapang dan sosialisasi penerapan pengendalian hama terpadu skala luas tersebut, disampaikan oleh Bapak Zaenal  selaku Kasi Peramalan OPT BPTPH Kendal yang turut didampingi oleh PPL Wilayah Ngampel Jaswadi dan Babinsa Pegandon Serda Widodo yang bertempat di Persawahan kelompok tani Sembodo di Desa Ngampel kulon  Kecamatan Ngampel.

‪Dalam kegiatan tersebut para narasumber memberikan pengetahuan dan motivasi kepada para petani agar tidak menyerah dalam melakukan aktivitas pertanian. Dalam kesempatan tersebut petugas juga memberikan contoh secara langsung tentang cara-cara untuk mengantisipasi gangguan hama sehingga dapat meningkatkan hasil pertanian di Kabupaten Kendal.

Selaku PPL Wilayah Ngampel,  Zaenal sangat mengharapkan kehadiran sosialisasi yang diberikan dilapangan seperti saat ini dapat memberikan pemahaman serta motivasi petani untuk lebih mengantisipasi ancaman hama terhadap tanaman guna meningkatkan hasil Pertanian di wilayah ngampel lebih khusus  dihadapan kelompok petani.

‪Dalam sosialisasi ini juga, para kelompok tani diberikan Bantuan langsung dari BPTPH Kendal berupa Agens Hayati, Pestisida Nabati dan ATK untuk pembelajaran di lapangan.

Puluhan Hektar Tanaman Padi Diserang Hama



*Kerugian Hingga Puluhan Juta


KENDAL - Puluhan hektar tanaman padi di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, diserang hama tikus dan hewan pengerek batang alias sundep atau belok (ulat, red) dan burung. Akibatnya tanaman padi banyak yang  puso dan kerugian ditaksir hingga puluhan juta rupiah. Agar tidak meluas, tak sedikit petani dibantu Babinsa Koramil 01/Kendal, melakukan penyemprotan untuk membasmi hama yang menyerang tanaman padi tersebut.

Puluhan hektar tanaman padi yang terserang hama tikus dan hewan pengerek batang itu adalah bersetatus tanah wakaf milik Masjid Agung Kendal. Saat ini usia tanaman 75 hari dan 15 hari lagi mencapai 90 hari atau genap tiga bulan pada bulan Februari. Padahal di bulan tersebut akan berlangsung panen raya padi. Namun kini, puluhan tanaman padi  itu terserang hama sehingga hal itu akan mempengaruhi terhadap jumlah dari panenan padi yang dilakukan. Pada panen padi tahun lalu,  dari puluhan hektar tanaman padi itu, setidaknya satu hektarnya mampu menghasilkan panenan padi sebanyak 10 ton.

"Tingkat banyak sedikitnya tanaman padi yang diserang hama per hektarnya beda-beda. Kalau tanaman padi yang diserang sekitar 30 persen hingga 40 persen, maka tanaman padi yang bisa di panen capai 60 persen hingga 75 persen. Kalau satu hektar tanaman padi yang saya garap ini saat dipanen nanti akan hilang sebanyak 4 ton," kata Sunarno, petani penggarap, pada Radar Pekalongan, Selasa (16/1).

Sunarno, mengungkapkan, hama jenis sundep atau belok merupakan hewan pengerek batang yang paling banyak menyerang tanaman padi petani. Hama sundep atau belok ini berasal dari tetasan telur hewan caper. Telur-telur dari hewan caper yang menempel pada daun tanaman padi yang menetas itu kemudian menyerang batang padi sehingga mengakibatkan putusnya mata rantai makanan yang diserap akar yang menjalar melalui batang tidak sampai pada buah padinya. Sehingga buah padi menjadi gabuk (tidak terisi,red) kemudian kering dan mati. Agar tidak meyebar serangan hama sundep itu upaya penyemprotan hama pun dilakukan, akan tetapi hal itu tidak membuncahkan hasil maksimal, karena sundep atau belok itu tidak mati karena keberadaanya bersembunyi di dalam batang tanaman padi.

"Sudah disemprot dengan obat pembasmi hama. Penyemprotan, kami dibantu sama Babinsa Koramil 01/Kendal, yang selama ini melakukan pendampingan petani. Tapi sundep/belok ini tidak mati. Kawatir juga dengan serangan hama sundep ini. Sebab bentar lagi tanaman padi ini akan dilakukan pemanenan. Agar serangan hama tak meluas tetap dilakukan upaya pembasmian hama sundep ini. Sehingga saat panen nanti rugianya tidak terlalu banyak," terang dia.

Babinsa Koramil 01/Kendal, Serka Agung,  pendamping petani, mengatakan, siap akan membantu petani dalam mencarikan solusinya antisipasinya  pada masa tanam berikutnya. Yakni akan mendatangkan produser obat untuk memberikan sosialisasi kepada petani penanggulangan hama pada tanaman padi.

"Kamis, akan saya datangkan produser obat untuk mengedukasi petani bagaimana membasmi hama penyerang tanaman padi. Hal lainya juga membantu petani dalam penyiapan lahan, penanaman, penyemprotan dan panen padi," kata dia. (nur)



Sumber : Radar Pekalongan (17/01/2018)

Selasa, 16 Januari 2018

Tampuk Kepemimpinan Kecamatan Boja Beralih


 

Boja - Danramil 13/ Boja Kodim 0715/Kendal Kapten Arh Moh Asikin yang di wakili Peltu Wahyu Pujo Saputra turut hadir dalam acara pisah sambut Camat Boja di Pendopo Kecamatan Boja Kabupaten Kendal.

 

Pisah sambut Camat Boja antara pejabat lama Anwar Haryono, S. Sos, dengan pejabat baru Sunarto, S.Sos, yang dihadiri sekitar 100 orang, antar lain Kapolsek Boja AKP Windoyo, SH beserta anggota, Kades se-Kecamatan Boja, Toga, Tomas  dan perwakilan warga masyarakat.

 

Dalam acara tersebut juga diisi sambutan, pesan dan kesan secara berturut-turut dari pejabat lama dan pejabat baru Camat Boja, Forkopimcam, Ketua Paguyuban Kades Se Kecamatan Boja H Fastoni yang juga Kades Desa Bebengan.

 

Usai kegiatan, Danramil 13/Boja yang  diwakili Peltu Wahyu Pujo mengatakan, pentingnya menjaga keharmonisan dan kekompakan serta saling koordinasi antara Tiga Pilar Kecamatan Boja beserta Tiga Pilar Desa sehingga kondusifitas wilayah dapat terpelihara dan demi keberlangsungan pembangunan.

Jaga Kebugaran, Kodim 0715/Kendal Melaksanakan Aerobic


 

Personel Kodim 0715/Kendal melaksanakan kegiatan lari aerobic yang merupakan kegiatan rutin setiap hari selasa dan kamis dengan tujuan untuk menjaga fisik para Prajurit dan PNS agar tetap sehat sehingga terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menganggu aktivitas, Selasa (16/01).

 

Sebelum kegiatan aerobic, terlebih dahulu di laksanakan pengecekan personil melalui  apel pagi. Dalam hal ini sebagai pengambil apel Kapten Inf Cahyono Suyatno (Pasi Pers Kodim 0715/Kendal). Pada kesempatan ini Kapten Inf Cahyono Suyatno menyampaikan, "kegiatan aerobic seperti ini adalah merupakan kesejahteraan dan harus di laksanakan dengan senang hati, semangat, tapi tidak mengabaikan daripada faktor keamanan. Aerobik merupakan agenda wajib bagi setiap prajurit dan PNS, khususnya seluruh prajurit TNI jajaran Kodim 0715/Kendal, dalam memelihara kemampuan dan kebugaran".

 

Dalam kegiatan aerobik ini selain melaksanakan Lari juga melaksanakan, sit up dan push up sebagai gerakan tambahan yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan ketahanan serta kekuatan fisik agar semakin baik.

Korem 073/Mkt Tutup Karya Bakti Rehab Panti Asuhan Masithoh

  Salatiga, 25 April 2025 – Kegiatan Karya Bakti TNI untuk merehabilitasi Panti Asuhan Masithoh di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, resmi d...