Senin, 30 Juli 2018

Menggiatkan Rasa Cinta Tanah Air

 


Rasa memiliki dan peduli terhadap kondisi bangsa  diera digitalisasi kian waktu kian memudar terutama dikalangan generasi muda. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk kembali menggugah, nenamkan akan pentingnya nilai nilai nasionalisme dihati para generasi muda agar mereka tidak terlena dan terbuai oleh kemajuaan zaman. (30/7/2018)

Ini dikatakan Danramil 16/Rowosari Kapten Inf Sardi ketika memimpin upacara pengibaran Bendara merah putih di SMP NU 09 yang terletak diDesa Gempolsewu Kecamatan Rowosari, beliau mengatakan upacara bendera bukan sekedar acara seremorial semata namun sebagai salah satu wadah untuk mengingatkan kita semua bahwa untuk menggapai kemerdekaan bangsa ini tidaklah mudah para pendahulu kita berjuang susah payah dengan  begitu banyak pengorbanan harta benda, bahkan  jiwa raga mereka agar generasi setelah merka boleh menikmatnya,oleh karena itu kita sekalian generasi muda, khususnya anak anak sekalian adalah penerus tongkat estafet perjuangan bangsa agar senantiasa mawas diri serta terus belajar, disiplin serta memiliki akhlak dan budi pekerti yang baik. Harapanya lewat kegiatan ini mereka semakin mencintai negaranya.

Sebagaimana kita ketahui  negera ini adalah bangsa yang majemuk dengan berbagai suku bangsa, agama, ras  semua itu merupakan kekayaan yang bisa menyatukan kita juga bisa dimanfaatkan bangsa lain mengadu domba kita, tujuanya mengincar berbagai potensi dan sumber daya alam kita untuk menguasainya. Mari kita lebih peduli,mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan mencintai negara ini, mengisinya dengan hal hal yang baik demi kemajuan  bangsa.Galih semua potensi yang ada diri adik adik sekalian untuk memajukan bangsa, ukirlah prestasi, sehingga apa yang kalian cita citakan tercapai. Semoga Allah S.W.T meridhoi segala usaha kita demi tegaknya NKRI.


Laksanakan Senam Setelah Apel Pagi



Anggota Koramil 14/Limbangan sesuai program yaitu setelah melaksanakan apel pagi dilanjutkan  senam pagi dipimpin langsung oleh Bati Tuud Koramil 14/Limbangan Peltu Sarno. Senin (30/7/18).

Kegiatan senam pagi ini dilakukan guna menurunkan berat badan karena membantu membakar lemak dan meningkatkan sirkulasi darah, selain itu, senam pagi juga mengurangi risiko penyakit dan juga bisa meningkatkan stamina tubuh yang baik untuk menyelesaikan tugas harian. Mengingat semua manfaat dari senam pagi tersebut, Koramil 14/Limbangan dalam melaksanakan program binsat (pembinaan satuan), mengagendakan dan merutinkan senam pagi yaitu setiap hari selesai apel pagi, apabila tidak ada kegiatan yang mengharuskan untuk hadir di Kodim.

Kapten Inf Ngadiono (Danramil 14/Limbangan) sebagai pengambil apel pagi menyampaikan bahwa dengan rutinitas berolahraga lari atau senam akan meningkatkan kesemaptaan anggota guna menunjang tugas pokok dan tugas harian. Diharapkan seluruh anggota khususnya Babinsa bisa memiliki tubuh yang lebih bugar karena rutin olahraga mampu meningkatkan kapasitas jantung seseorang, sehingga memungkinkan darah terkirim ke otot-otot tubuh dan lainnya. Bila kegiatan olahraga dilakukan secara teratur, hal itu bisa membantu meningkatkan stamina anggota, tegasnya.

Setelah selesai melaksanakan senam pagi dilanjutkan breifing Anggota  dalam rangka pelaksanaan tugas kedepan di halaman Makoramil 14/Limbangan  yang dipimpin oleh Peltu Sarno Bati Tuud Koramil 14/Limbangan.


Sabtu, 28 Juli 2018

Siswa Baru Diminta Jadi Pelopor Pembangunan


 

KENDAL – Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dan Pendidikan Karakter Kebangsaan dan Nasionalisme (PKKN) untuk siswa baru di SMK Muhammadiyah 3 Weleri, resmi ditutup, Kamis (26/7). Kegiatan yang digelar selama 10 hari itu ditutup dengan upacara dan penampilan Paskibraka siswa baru.

Satu hari sebelum penutupan siswa baru dajak outbond dengan melibatkan anggota Kodim 0715/Kendal. Kegiatan ditutup oleh Kasdim Mayor Inf Tri Santoso Marsudi mewakil Komandan Kodim Letkol Czi Hendro edi Busono.

Dihadapan 576 siswa baru, bacakan amanat dandim, Mayor Inf Tri Santoso Marsudi, berpesan, kegiatan PKKN bisa dijadikan dasar yang kuat sebagai wadah pembentukan karakter bangsa. Karena sangat penting dan menentukan nasib bangsa masa depan. Hanya bangsa yang memiliki mental, kepribadian kuat, bersemangat, ulet, pantang menyerah, disiplin, inovatif, dan mau bekerja yang dapat mendorong kemajuan dan keberhasilan bangsa dan negara.

"Seluruh siswa SMK Muhammadiyah 3 Weleri bisa menjadi pelopor pembangunan," ujar Kasdim saat membacakan amanat dandim, Mayor Inf Tri Santoso Marsudi.

Dikatakan Kasdim, bahwa negeri ini di masa mendatang membutuhkan komponen yang ulet, dinamis dan cerdas. PLS dan PKKN sebagai bekal meningkatkan semangat bela negara, nasionalisme. Ia berharap kepada seluruh siswa SMK Muga Weleri untuk menjadi patriot pembangunan. Terkait dengan persatuan dan kesatuan bangsa, agar mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa.

"Galang terus rasa persaudaraan persahabatan, dan solidaritas diatara sesama pelajar sebagai bekal dalam memupuk jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan bangsa," tegas dia.

Kepala SMK Muga Weleri, Yusuf Darmawan, mengatakan, sebelum anak mengikuti proses belajar mengajar kita bekali dulu dengan pendidikan karakter bangsa.

"Kami sepakat, memilih dan mempercayakan TNI untuk menanamkan nilai-nilai karakter kebangsaan dan nasionalisme kepada siswa baru. Kami bisa melihat hasil positifnya," kata dia. (nur)



sumber : radarpekalongan.co.id

Kamis, 26 Juli 2018

Mengawal Kepribadian Generasi Bangsa lewat Wasbang

                                             


Kenda 26 Jui 2018 l- Wasbang oleh Danramil 14/Limbangan Kapten Inf Ngadiono yang diikuti oleh 292 tenaga Guru SD dan SMP negeri se Kecamatan Singorojo, Boja dan Limbangan. bertempat di Aula KPRI Dwi Jakarya UPTD Kec. Limbangan, yang diselenggarakan oleh dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kabupaten Kendal. 26 Juli 2018.

Danramil 14/Limbangan Kapten Inf Ngadiono sebagai narasumber disamping menyampaikan nilai-nilai Pancasila juga memberikan masukan agar para guru juga menambahkan, supaya wawasan kebangsaan menjadi pelajaran tambahan di sekolah-sekolah.

Gerakan pendidikan di sekolah merupakan upaya memperkuat karakter peserta didik dengan mengembalikan marwah pendidikan berasas Ki Hadjar Dewantara, yakni Olah Hati, Olah Rasa, Olah Karsa, dan Olah Raga.

Dukungan publik dibutuhkan guna menambah proses kualitas pendidikan karakter yang lebih baik, oleh sebab itu keterlibatan orang tua, sekolah, dan masyarakat merupakan sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental. Masa depan bangsa adalah tanggung jawab kita semua.

Mengingat banyaknya problem moralitas, dan mentalitas yang menimpa bangsa ini, maka perlu pada sekolah-sekolah yang ada, baik tingkat dasar (SD), tingkat menengah (SMP) maupun tingkat atas (SMA) perlu diberikan kegiatan ektrakulikuler untuk pembinaan karakter/kepribadian anak. Pada masa anak-anak dan remaja, kepribadian mereka masih dalam tahap pencarian, perkembangan dan sifatnya labil, gampang dipengaruhi oleh lingkungan, gampang dipengaruhi oleh tanyangan-tanyangan negatif dari TV, internet, gang-gang anak muda, tawuran, narkoba, seks bebas dan lain sebagainya, oleh karena itu butuh perhatian lebih, dalam rangka mengawal perkembangan kepribadian generasi bangsa ini.(Satunama Pendim 0715).


Keteladanan yang di tularkan.

                                 


Kendal 26 Juli 2018,Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal bersama Koramil 14 Limbangan Kodim 0715 Kendal mengadakan Bimbingan Teknis Pembinaan Karakter Wiyata Bhakti yang di ikuti guru dan tenaga administrasi,hadir sebagai pemberi materi Danramil 14 Limbangan Kapten Inf Ngadiono.

Karakter juga sering diasosiasikan dengan istilah apa yang disebut dengan temperamen yang lebih memberi penekanan pada definisi psikososial yang dihubungkan dengan pendidikan dan konteks lingkungan. Sedangkan karakter dilihat dari sudut pandang behaviorial lebih menekankan pada unsur somatopsikis yang dimiliki seseorang sejak lahir. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa proses perkembangan karakter pada seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor yang khas yang ada pada orang yang bersangkutan yang juga disebut faktor bawaan (nature) dan lingkungan (nurture) dimana orang yang bersangkutan tumbuh dan berkembang. Faktor bawaan boleh dikatakan berada di luar jangkauan masyarakat dan individu untuk mempengaruhinya. Sedangkan faktor lingkungan merupakan faktor yang berada pada jangkauan masyarakat dan ndividu. Jadi usaha pengembangan atau pendidikan karakter seseorang dapat dilakukan oleh masyarakat atau individu sebagai bagian dari lingkungan melalui rekayasa faktor lingkungan.

Dengan kata lain perkembangan dan pembentukan karakter memerlukan pengembangan keteladanan yang ditularkan, intervensi melalui proses pembelajaran, pelatihan, pembiasaan terus-menerus dalam jangka panjang yang dilakukan secara konsisten dan penguatan serta harus dibarengi dengan nilai-nilai luhur(Satunama Pendim0715).


Korem 073/Mkt Tutup Karya Bakti Rehab Panti Asuhan Masithoh

  Salatiga, 25 April 2025 – Kegiatan Karya Bakti TNI untuk merehabilitasi Panti Asuhan Masithoh di Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, resmi d...